Minggu, 29 Juli 2012

Ternyata Aku Jatuh Cinta Sendirian

Semuanya terjawab sudah, pesan singkatmu yang kamu kirim padaku, juga semua perhatianmu ternyata semuanya palsu. Aku tak mengira semuanya akan seperti ini, kamu telah membuat aku terjatuh, namun kamu tak mau menolongku untuk bangkit lagi.
Tak pernah ku pikir kamu sedang mempermainkanku, untuk kesekian kalinya aku terjebak dalam permainan-permainan yang telah kau buat dengan indah, yang ku kira selama ini permainan itu adalah nyata.
Kini kamu menghilang begitu saja tanpa pamit, mungkin kamu mengira hatiku itu WC umum yang bisa kamu masuk dan keluar seenaknya. Padahal tanpa kamu sadari hatiku itu telah hancur olehmu dulu, aku mencoba untuk mengobatinya seorang diri, dan sekarang saat hatiku telah utuh, kamu hancurkan kembali. Dimana kamu letakkan perasaanmu saat ini? Apa hatimu itu terbuat dari batu? Atau mungkin kamu tidak punya hati?
Sudahlah, apapun alasanmu, aku tak mau peduli lagi.
Asal kamu tahu, perasaanku tak pernah berubah padamu, aku masih merasakan hal yang sama seperti dulu. Namun, selama aku mencintaimu aku baru sadar, ternyata selama ini aku jatuh cinta sendirian.
Jika kamu membaca ini, semoga kamu sadar, bahwa ada seseorang yang selalu merindukanmu dan tulus mencintaimu walaupun berulang kali kamu telah menyakiti hatinya :')

Jumat, 20 Juli 2012

Superman Tolong Gue

Gue mau cerita lagi nih, kali ini cerita tentang ulang tahun gue yang ke 16. Waktu itu pas mau berangkat ngaji perasaan gue ga enaaak banget, rasanya males banget buat ngaji, kalo waktu itu ada pilihan pilih mandiin sapi atau ngaji mungkin waktu itu gue milih mandiin sapi, karena gue tau gue pasti dikerjain sama temen-temen. Dan dengan berat hati gue langkahin kaki gue satu-satu (ya iyalah kalo dua-duanya sekaligus, kayak pocong). Nah pas udah nyampe, ternyata bener semuanya pada ngacangin gue (ohmaygad) rasanya gue mau kabur ke planet mars terus pulang-pulang besok shubuh, tapi waktu itu gue lagi ga punya ongkos.
Disana gue tersiksa banget, gue coba buat mencairkan suasana, gue pura-pura nanya, dan ga ada satu pun yang jawab. Gue masih inget waktu itu pelajaran akhlaq dan gurunya adalah Ustadazah Aina Mardiyah, dia adalah istrinya Ustad Umar yang pernah gue ceritain, kita sering manggil dia teh Ai, dia orang yang super baik, apapun pertanyaan yang kita tanyakan ke dia, dia selalu ngejawab dengan santun (subhanallah). Oh iya balik lagi ke cerita gue, waktu itu giliran gue yang baca kitab, karena tak tahan dijudesin terus disana gue malah nangis (cengeng banget yah) lagi-lagi bukannya merasa kasian mereka malah makin jahatin gue (kalian pasti tau rasanya gimana) penyiksaaan batin itu belum berakhir, pas berjamaah sholat isya gue malah disuruh jadi imam (waktu itu gue pengen banget nelpon superman buat jemput gue di madrasah) gue nolak buat jadi imam, soalnya hati gue lagi pedih banget (lebay) akhirnya setelah selesai berjamaah sholat isya temen-temen gue pun pada insyaf dan minta maaf, yang bikin gue terpukul banget mereka semua ga pada ngasih kado hahaha (ilal mijah). Tapi ga masalah, mereka udah inget aja gue udah seneng.
Syukron ya Sodiqi :*
Sekian dan terimakasih
Ilal liqo :D

Rabu, 18 Juli 2012

Dua Papan Keramat

Selesai lulus di Madrasah Quratul Aini Ar-Rochili, gue ngelanjutin menuntut ilmu di Madrasah Diniyah Al-Istiqomah, singkat cerita di MDT gue banyak dapet pengalaman yang ngga ada duanya, temen-temen yang kocak abieezz, guru-guru yang super gAh03L dan masih banyak lagi deh pokoknya.
Salah satu kenangan yang  ga akan pernah gue lupain seumur hidup adalah ketika pelajaran Bahasa Arab, gurunya, Ustad kita tercinta yakni tidak lain dan tidak bukan dia adalah Ustad Umar Abdul Aziz dia adalah Ustad yang jarang sekali marah, dan yang paling gue sukai dia adalah Ustad yang sangat supel dan memiliki segudang cerita yang pasti dia bagikan kepada kita. Nah waktu itu gue duduk di samping teh Indah, pas gue nulis entah ada angin ribut (kasian anginnya ribut terus ga ada yang misahin) atau angin gelebuk tiba-tiba teh Indah mukul gue, dengan segala kepolosan, gue langsung refleks dan keluarlah kata-kata yang tidak di inginkan dari mulut yang tidak berdosa ini (haha bagaya), suasana langsung menjadi hening, dan semua mata tertuju padaku, termasuk mata yang gue takutin yaitu mata Ustad Umar (tidaaaaaaaaakk). setelah itu Ustad Umar langsung mengambil papan yang di gantungkan di tali, papan itu sangat keramat sekali karena di papan itu tertulis sebuah kata-kata yang merusak masa depan gue (tapi bohong) dan di papan itu tertulis "AKU BERKATA KASAR". Karena tidak terima, gue membela diri, tapi pembelaan diri gue tidak berbuah manis, malah berbuah pait, paaiiiiit banget, gue malah dituduh ngebohong, dan lagi-lagi Ustad Umar mengambil sebuah papan keramat yang sama, hanya tulisannya berbeda, tulisannya kali ini adalah "AKU TELAH BERBOHONG". Sakit banget menanggung beban yang sangat berat, tak tahan dengan tuduhan yang bertubi-tubi akhirnya gue pun mewek. Bukannya merasa simpati, temen-temen gue (Ustad Umar juga) malah tertawa dengan puas (jahat banget yah? jahaaaat banget). Rasanya pedeeeeeeeess banget hahaha.
Tapi itu jadi kenangan yang ga akan gue lupain.
Sekian dan terimakasih
ilal liqo :D

Selasa, 17 Juli 2012

si PHP kembali

Kukira semuanya akan kembali. Perhatianmu padaku dan kata-kata itu membawa ku ke masa lalu, masa lalu yang tak pernah ingin aku ingat lagi. Sekarang kau datang dengan menawarkan kebahagiaan yang dulu kau rebut. Namun, tanpa ku tau kau hanya memberiku kebohongan, semua kebahagiaan yang singkat itu hanya fatamorgana.
Semua ini salahku, aku salah telah percaya padamu, dan sampai kapanpun aku takkan kembali lagi padamu.