Jika niat sudah terpancang karena Allah, tidak akan ada halangan yang bisa menghentikan seseorang melakukan sesuatu. Niat karena Allah ialah motivator yang utama dan seharusnya menjadi satu-satunya motivator kita.
Selasa, 04 Desember 2012
Kesempatan Terakhir
Perlahan-lahan semuanya berubah, tak ada lagi perhatianmu, tak terlihat lagi kasih sayangmu, kini perlahan semuanya menjadi semu, entah apa yang harus aku lakukan saat ini, langkahku terasa melayang tak menentu, aku tau aku bukan yang sempurna untukmu. Namun, tanpa kamu sadari aku selalu ingin mencintaimu dengan sempurna, walaupun yang kudapat hanya kekesalanmu, sungguh tak pernah terpikirkan olehku jika kamu akan berubah seperti ini, kemarahanku padamu semata-mata karna aku takut kehilanganmu. Namun, jika kamu benar-benar bosan maka lupakanlah aku, akan aku telan rasa sakitnya dan aku akan pergi jauh dari hatimu. Namun, jika suatu hari kamu merindukanku lagi dan kamu menawarkan cintamu kembali, aku tak bisa,bahkan untuk menjadi temanmu saja aku tak sanggup.
Sabtu, 03 November 2012
Jumat, 12 Oktober 2012
ICT
Teknologi Informasi (ICT) adalah
suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses,
mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk
menghasilkan informasi yang berkualitas yang digunakan untuk keperluan pribadi,
bisnis dan pemerintahan.
Banyak
sekali manfaat dari penggunaan teknologi informasi (ICT) salah satunya dalam
bidang pendidikan yaitu untuk membantu siswa dalam memahami pelajaran karena
dengan ICT dapat diperlihatkan gambar, suara, maupun bentuk yang lebih nyata
dari suatu objek atau peristiwa . selain itu, siswa juga dapat lebih mencari
informasi yang belum ataupun yang ingin ia ketahui tentang materi yang
disampaikan oleh para guru. Dengan penerapan ICT dalam proses pembelajaran maka
siswa dan guru akan dapat saling bertukar informasi dan saling berkomunikasi
lewat teknologi yang sedang berkembang saat ini. Pertemuan antara siswa dan
guru bias dilakukan tidak hanya didalam kelas saja melainkan juga melalui
fasilitas internet atau yang dikenal dengan sebutan E-learning. Selain itu,
pemanfaatan ICT bagi Institut Pendidikan memungkinkan pengembangan layanan
informasi yang lebih baik dalam suatu Institusi Pendidikan. Dilingkungan
perguruan tinggi, pemanfaatan ICT lainnya yaitu diwujudkan dalam suatu system
yang disebut electronic university (E-University).
Pemanfaatan ICT dalam
pendidikan perlu dirancang, direncanakan, dilaksanakan, dan dinilai dinilai
dalam rangka mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya agar tidak disalah
gunakan. Untuk menjaga agar ICT tetap memberikan manfaat positif yaitu dengan membangun manusia yng
berkarakter dan mandiri. Beberapa peran pendidikan ICT dalam membangun manusia
berkarakter dan mandiri, yaitu:
1.
memperkuat
minat dan motivasi pengguna untuk
menggunakannya semata guna meningkatkan dirinya.
2.
menumbuhkan
kesadaran dan keyakinan akan pentingnya kegiatan berinteraksi
3.
mendorong
pengguna untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif sehingga tidak hanya puas
menjadi konsumen informasi .
Namun, penggunaan ICT belum merata karena Internet belum
dapat digunakan seoptimal
mungkin. Kesiapan pemerintah Indonesia
masih patut dipertanyakan dalam
hal ini. Salah satu penyebab
utama adalah kurangnya
ketersediaan sumber
daya manusia. Harapan saya untuk kedepannya adalah agar mau belajar
dan terus menggali informasi yang update.
Jangan sampai tertinggal informasi agar tujuan nasional pendidikan dapat
tercapai.
Information Technology (ICT) is a technology used for
processing data, including processing, obtain, compile, store, manipulate data
in different ways to produce quality information that is used for personal,
business and government.
There are so many benefits of using information technology (ICT) in education one of which is to help students understand the lesson because with ICT could be shown pictures, sounds, or a more tangible form of an object or event. in addition, students can also find more information or not he wants to know about the material presented by the teacher. With the application of ICT in the learning process of students and teachers will be able to exchange information and communicate with each other through technology that is being developed at this time. The meeting between the student and teacher can be done not only in the classroom but also through the internet facility, known as the E-learning. In addition, the use of ICT for the Institute of Education allows the development of better information services in an educational institution. College environment, the utilization of ICT other that is embodied in a system called electronic university (e-University).
The use of ICT in education should be designed, planned, implemented and assessed assessed in order to develop a complete Indonesian man being misused. To ensure that ICT remains positive benefit is to build character and self-yng man. Some of the educational role of ICT in building character and self-reliant people, namely:
1. strengthening the interest and motivation of users to use it only to improve himself.
2. raise awareness of the importance of activities and beliefs interact
3. encourages users to be more creative and innovative, not just satisfied to be an informed consumer.
However, the use of ICT has not been evenly distributed because the Internet can not be used optimally. The readiness of the government of Indonesia is still questionable in this case. One major cause is the lack of availability of human resources. My hope for the future is to be willing to learn and continue to explore the updated information. Do not get left behind in order to get the national purpose of education can be achieved.
Selasa, 02 Oktober 2012
Ku Minta Setengah Hatimu Lagi...
Aku tahu sekarang aku telah memilikimu. Namun, aku tak memiliki hatimu sepenuhnya, kamu memintaku untuk membuatmu yakin padaku, tapi maafkan aku karena sampai saat ini aku belum mampu membuat hatimu penuh dan yakin padaku.
Ketika aku bersikap dingin padamu, pada saat itu aku sedang bersikap munafik, aku hanya ingin kamu tahu bagaimana sakitnya itu. Dan apakah kamu tahu kenapa aku cepat membalas sms mu?alasannya hanya satu, karena aku takut kamu tak membalas sms ku lagi. Jika aku marah aku tahu kamu kesal, tapi kamu tak pernah tahu pada saat itu aku sedang terluka dan ingin mengatakan "jangan berubah, aku tak mau kehilangan kamu". Dan ketika kamu marah padaku, aku kecewa pada diriku sendiri, mungkin aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri jika kamu terluka karena aku.
Namun, aku tidak bisa mengungkapkan semua ini padamu, karena aku belum menemukan tempat dimana kamu simpan setengah hatimu lagi. Aku tak ingin mencarinya, aku ingin kamu yang mengambilnya sendiri dan memberikannya kepadaku, ya setengah hatimu lagi...
Ketika aku bersikap dingin padamu, pada saat itu aku sedang bersikap munafik, aku hanya ingin kamu tahu bagaimana sakitnya itu. Dan apakah kamu tahu kenapa aku cepat membalas sms mu?alasannya hanya satu, karena aku takut kamu tak membalas sms ku lagi. Jika aku marah aku tahu kamu kesal, tapi kamu tak pernah tahu pada saat itu aku sedang terluka dan ingin mengatakan "jangan berubah, aku tak mau kehilangan kamu". Dan ketika kamu marah padaku, aku kecewa pada diriku sendiri, mungkin aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri jika kamu terluka karena aku.
Namun, aku tidak bisa mengungkapkan semua ini padamu, karena aku belum menemukan tempat dimana kamu simpan setengah hatimu lagi. Aku tak ingin mencarinya, aku ingin kamu yang mengambilnya sendiri dan memberikannya kepadaku, ya setengah hatimu lagi...
Senin, 20 Agustus 2012
Jangan Jadikan Cintaku Sebagai Senjata Untukmu
Tak pernah aku berfikir kamu mempermainkanku, perhatianmu padaku membuat aku percaya lagi padamu, tak ingin aku ungkit-ungkit lagi masa lalu kita yang dulu sempat kau nodai. Namun, seiring berjalannya waktu aku baru menyadari ternyata kamu hanya memanfaatkanku saja, dengan seenaknya kamu menarik ulur hati ini, tanpa pernah memikirkan perasaanku.
Mungkin untukmu sulit untuk mencintaiku lagi, tapi setidaknya jangan kau berikan harapan palsu padaku, dan jangan kau jadikan cintaku padamu itu sebagai senjata untuk terus menyakitiku. Mungkin kamu lupa bahwa aku juga manusia yang mempunyai rasa benci, jika terus seperti ini rasa cintaku untukmu bisa berkurang bahkan berubah menjadi kebencian.
Aku mohon, tolong beri kepastian padaku agar aku mengerti bahwa perhatian yang kau beri selama ini adalah nyata, jika itu hanya kebohongan maka aku akan pergi darimu, selamanya, ya kurasa selamanya.
Minggu, 29 Juli 2012
Ternyata Aku Jatuh Cinta Sendirian
Semuanya terjawab sudah, pesan singkatmu yang kamu kirim padaku, juga semua perhatianmu ternyata semuanya palsu. Aku tak mengira semuanya akan seperti ini, kamu telah membuat aku terjatuh, namun kamu tak mau menolongku untuk bangkit lagi.
Tak pernah ku pikir kamu sedang mempermainkanku, untuk kesekian kalinya aku terjebak dalam permainan-permainan yang telah kau buat dengan indah, yang ku kira selama ini permainan itu adalah nyata.
Kini kamu menghilang begitu saja tanpa pamit, mungkin kamu mengira hatiku itu WC umum yang bisa kamu masuk dan keluar seenaknya. Padahal tanpa kamu sadari hatiku itu telah hancur olehmu dulu, aku mencoba untuk mengobatinya seorang diri, dan sekarang saat hatiku telah utuh, kamu hancurkan kembali. Dimana kamu letakkan perasaanmu saat ini? Apa hatimu itu terbuat dari batu? Atau mungkin kamu tidak punya hati?
Sudahlah, apapun alasanmu, aku tak mau peduli lagi.
Asal kamu tahu, perasaanku tak pernah berubah padamu, aku masih merasakan hal yang sama seperti dulu. Namun, selama aku mencintaimu aku baru sadar, ternyata selama ini aku jatuh cinta sendirian.
Jika kamu membaca ini, semoga kamu sadar, bahwa ada seseorang yang selalu merindukanmu dan tulus mencintaimu walaupun berulang kali kamu telah menyakiti hatinya :')
Jumat, 20 Juli 2012
Superman Tolong Gue
Gue mau cerita lagi nih, kali ini cerita tentang ulang tahun gue yang ke 16. Waktu itu pas mau berangkat ngaji perasaan gue ga enaaak banget, rasanya males banget buat ngaji, kalo waktu itu ada pilihan pilih mandiin sapi atau ngaji mungkin waktu itu gue milih mandiin sapi, karena gue tau gue pasti dikerjain sama temen-temen. Dan dengan berat hati gue langkahin kaki gue satu-satu (ya iyalah kalo dua-duanya sekaligus, kayak pocong). Nah pas udah nyampe, ternyata bener semuanya pada ngacangin gue (ohmaygad) rasanya gue mau kabur ke planet mars terus pulang-pulang besok shubuh, tapi waktu itu gue lagi ga punya ongkos.
Disana gue tersiksa banget, gue coba buat mencairkan suasana, gue pura-pura nanya, dan ga ada satu pun yang jawab. Gue masih inget waktu itu pelajaran akhlaq dan gurunya adalah Ustadazah Aina Mardiyah, dia adalah istrinya Ustad Umar yang pernah gue ceritain, kita sering manggil dia teh Ai, dia orang yang super baik, apapun pertanyaan yang kita tanyakan ke dia, dia selalu ngejawab dengan santun (subhanallah). Oh iya balik lagi ke cerita gue, waktu itu giliran gue yang baca kitab, karena tak tahan dijudesin terus disana gue malah nangis (cengeng banget yah) lagi-lagi bukannya merasa kasian mereka malah makin jahatin gue (kalian pasti tau rasanya gimana) penyiksaaan batin itu belum berakhir, pas berjamaah sholat isya gue malah disuruh jadi imam (waktu itu gue pengen banget nelpon superman buat jemput gue di madrasah) gue nolak buat jadi imam, soalnya hati gue lagi pedih banget (lebay) akhirnya setelah selesai berjamaah sholat isya temen-temen gue pun pada insyaf dan minta maaf, yang bikin gue terpukul banget mereka semua ga pada ngasih kado hahaha (ilal mijah). Tapi ga masalah, mereka udah inget aja gue udah seneng.
Syukron ya Sodiqi :*
Sekian dan terimakasih
Ilal liqo :D
Rabu, 18 Juli 2012
Dua Papan Keramat
Selesai lulus di Madrasah Quratul Aini Ar-Rochili, gue ngelanjutin menuntut ilmu di Madrasah Diniyah Al-Istiqomah, singkat cerita di MDT gue banyak dapet pengalaman yang ngga ada duanya, temen-temen yang kocak abieezz, guru-guru yang super gAh03L dan masih banyak lagi deh pokoknya.
Salah satu kenangan yang ga akan pernah gue lupain seumur hidup adalah ketika pelajaran Bahasa Arab, gurunya, Ustad kita tercinta yakni tidak lain dan tidak bukan dia adalah Ustad Umar Abdul Aziz dia adalah Ustad yang jarang sekali marah, dan yang paling gue sukai dia adalah Ustad yang sangat supel dan memiliki segudang cerita yang pasti dia bagikan kepada kita. Nah waktu itu gue duduk di samping teh Indah, pas gue nulis entah ada angin ribut (kasian anginnya ribut terus ga ada yang misahin) atau angin gelebuk tiba-tiba teh Indah mukul gue, dengan segala kepolosan, gue langsung refleks dan keluarlah kata-kata yang tidak di inginkan dari mulut yang tidak berdosa ini (haha bagaya), suasana langsung menjadi hening, dan semua mata tertuju padaku, termasuk mata yang gue takutin yaitu mata Ustad Umar (tidaaaaaaaaakk). setelah itu Ustad Umar langsung mengambil papan yang di gantungkan di tali, papan itu sangat keramat sekali karena di papan itu tertulis sebuah kata-kata yang merusak masa depan gue (tapi bohong) dan di papan itu tertulis "AKU BERKATA KASAR". Karena tidak terima, gue membela diri, tapi pembelaan diri gue tidak berbuah manis, malah berbuah pait, paaiiiiit banget, gue malah dituduh ngebohong, dan lagi-lagi Ustad Umar mengambil sebuah papan keramat yang sama, hanya tulisannya berbeda, tulisannya kali ini adalah "AKU TELAH BERBOHONG". Sakit banget menanggung beban yang sangat berat, tak tahan dengan tuduhan yang bertubi-tubi akhirnya gue pun mewek. Bukannya merasa simpati, temen-temen gue (Ustad Umar juga) malah tertawa dengan puas (jahat banget yah? jahaaaat banget). Rasanya pedeeeeeeeess banget hahaha.
Tapi itu jadi kenangan yang ga akan gue lupain.
Sekian dan terimakasih
ilal liqo :D
Selasa, 17 Juli 2012
si PHP kembali
Kukira semuanya akan kembali. Perhatianmu padaku dan kata-kata itu membawa ku ke masa lalu, masa lalu yang tak pernah ingin aku ingat lagi. Sekarang kau datang dengan menawarkan kebahagiaan yang dulu kau rebut. Namun, tanpa ku tau kau hanya memberiku kebohongan, semua kebahagiaan yang singkat itu hanya fatamorgana.
Semua ini salahku, aku salah telah percaya padamu, dan sampai kapanpun aku takkan kembali lagi padamu.
Rabu, 02 Mei 2012
Kisah Teladan Nih :)
Siti Muthi'ah
"FATIMAH anakku, maukah engkau menjadi seorang perempuan yang baik budi dan istri yang dicintai suami?" tanya sang ayah yang tak lain adalah Nabi SAW. "Tentu saja, wahai ayahku"
"Tidak jauh dari rumah ini berdiam seorang perempuan yang sangat baik budi pekertinya. Namanya Siti Muthi'ah. Temuilah dia, teladani budi pekertinya yang baik itu".
Gerangan amal apakah yang dilakukan Siti Muthi'ah sehingga Rasulpun memujinya sebagai perempuan teladan? Maka bergegaslah Fatimah menuju rumah Muthi'ah dengan mengajak serta Hasan, putra Fatimah yang masih kecil itu.
Begitu gembira Muthi'ah mengetahui tamunya adalah putri Nabi besar itu. "Sungguh, bahagia sekali aku menyambut kedatanganmu ini, Fatimah. Namun maafkanlah aku sahabatku, suamiku telah beramanat, aku tidak boleh menerima tamu lelaki dirumah ini."
"Ini Hasan putraku sendiri, ia kan masih anak-anak." kata Fatimah sambil tersenyum.
"Namun sekali lagi maafkanlah aku, aku tak ingin mengecewakan suamiku, Fatimah."
Fatimah mulai merasakan keutamaan Siti Muthi'ah. Ia semakin kagum dan berhasrat menyelami lebih dalam akhlak wanita ini. Lalu diantarlah Hasan pulang dan bergegaslah Fatimah kembali ke Muthi'ah.
"Aku jadi berdebar-debar," sambut Siti Muthi'ah, gerangan apakah yang membuatmu begitu ingin kerumahku, wahai puteri Nabi?"
"Memang benarlah, Muthi'ah. Ada berita gembira buatmu dan ayahku sendirilah yang menyuruhku kesini. Ayahku mengatakan bahwa engkau adalah wanita berbudi sangat baik, karena itulah aku kesini untuk meneladanimu, Wahai Muthi'ah."
Muthi'ah gembira mendengar ucapan Fatimah, namun Muthi'ah masih ragu. "Engkau bercanda sahabatku? aku ini wanita biasa yang tidak punya keistimewaan apapun seperti yang engkau lihat sendiri."
"Aku tidak berbohong wahai Muthi'ah, karenanya ceritakan kepadaku agar aku bisa meneladaninya." Siti Muthi'ah terdiam, hening. Lalu tanpa sengaja Fatimah melihat sehelai kain kecil, kipas dan sebilah rotan di ruangan kecil itu.
"Buat apa ketiga benda ini Muthi'ah" Siti Muthi'ah tersenyam malu. Namun setelah didesak iapun bercerita. "Engkau tahu Fatimah, suamiku seorang pekerja keras memeras keringat dari hari ke hari. Aku sangat sayang dan hormat kepadanya. Begitu kulihat ia pulang kerja, cepat-cepat kusambut kedatangannya. Kubuka bajunya, kulap tubuhnya dengan kain kecil ini hingga kering keringatnya. Iapun berbaring ditempat tidur melepas lelah, lalu aku kipasi beliau hingga lelahnya hilang atau tertidur pulas"
"Sungguh luar biasa pekertimu, Muthi'ah. Lalu untuk apa rotan ini?"
Kemudian aku berpakaian semenarik mungkin untuknya. Setelah ia bangun dan mandi, kusiapkan pula makan dan minum untuknya. Setelah semua selesai, aku berkata kepadanya: "Oh, kakanda. Bilamana pelayananku sebagai istri dan masakanku tidak berkenan dihatimu, aku ikhlas menerima hukuman. Pukullah badanku dengan rotan ini dan sebutlah kesalahanku agar tidak kuulangi"
"Seringkah engkau dipukul olehnya, wahai Muthi'ah?" tanya Fatimah berdebar-debar.
"Tidak pernah, Fatimah. Bukan rotan yang diambilnya, justru akulah yang ditarik dan didekapnya penuh kemesraan. Itulah kebahagiaan kami sehari-hari".
"Jika demikian, sungguh luar biasa, wahai Muthi'ah. Sungguh luar biasa! Benarlah kata ayahku, engkau perempuan berbudi baik." kata Fatimah terkagum-kagum.
"FATIMAH anakku, maukah engkau menjadi seorang perempuan yang baik budi dan istri yang dicintai suami?" tanya sang ayah yang tak lain adalah Nabi SAW. "Tentu saja, wahai ayahku"
"Tidak jauh dari rumah ini berdiam seorang perempuan yang sangat baik budi pekertinya. Namanya Siti Muthi'ah. Temuilah dia, teladani budi pekertinya yang baik itu".
Gerangan amal apakah yang dilakukan Siti Muthi'ah sehingga Rasulpun memujinya sebagai perempuan teladan? Maka bergegaslah Fatimah menuju rumah Muthi'ah dengan mengajak serta Hasan, putra Fatimah yang masih kecil itu.
Begitu gembira Muthi'ah mengetahui tamunya adalah putri Nabi besar itu. "Sungguh, bahagia sekali aku menyambut kedatanganmu ini, Fatimah. Namun maafkanlah aku sahabatku, suamiku telah beramanat, aku tidak boleh menerima tamu lelaki dirumah ini."
"Ini Hasan putraku sendiri, ia kan masih anak-anak." kata Fatimah sambil tersenyum.
"Namun sekali lagi maafkanlah aku, aku tak ingin mengecewakan suamiku, Fatimah."
Fatimah mulai merasakan keutamaan Siti Muthi'ah. Ia semakin kagum dan berhasrat menyelami lebih dalam akhlak wanita ini. Lalu diantarlah Hasan pulang dan bergegaslah Fatimah kembali ke Muthi'ah.
"Aku jadi berdebar-debar," sambut Siti Muthi'ah, gerangan apakah yang membuatmu begitu ingin kerumahku, wahai puteri Nabi?"
"Memang benarlah, Muthi'ah. Ada berita gembira buatmu dan ayahku sendirilah yang menyuruhku kesini. Ayahku mengatakan bahwa engkau adalah wanita berbudi sangat baik, karena itulah aku kesini untuk meneladanimu, Wahai Muthi'ah."
Muthi'ah gembira mendengar ucapan Fatimah, namun Muthi'ah masih ragu. "Engkau bercanda sahabatku? aku ini wanita biasa yang tidak punya keistimewaan apapun seperti yang engkau lihat sendiri."
"Aku tidak berbohong wahai Muthi'ah, karenanya ceritakan kepadaku agar aku bisa meneladaninya." Siti Muthi'ah terdiam, hening. Lalu tanpa sengaja Fatimah melihat sehelai kain kecil, kipas dan sebilah rotan di ruangan kecil itu.
"Buat apa ketiga benda ini Muthi'ah" Siti Muthi'ah tersenyam malu. Namun setelah didesak iapun bercerita. "Engkau tahu Fatimah, suamiku seorang pekerja keras memeras keringat dari hari ke hari. Aku sangat sayang dan hormat kepadanya. Begitu kulihat ia pulang kerja, cepat-cepat kusambut kedatangannya. Kubuka bajunya, kulap tubuhnya dengan kain kecil ini hingga kering keringatnya. Iapun berbaring ditempat tidur melepas lelah, lalu aku kipasi beliau hingga lelahnya hilang atau tertidur pulas"
"Sungguh luar biasa pekertimu, Muthi'ah. Lalu untuk apa rotan ini?"
Kemudian aku berpakaian semenarik mungkin untuknya. Setelah ia bangun dan mandi, kusiapkan pula makan dan minum untuknya. Setelah semua selesai, aku berkata kepadanya: "Oh, kakanda. Bilamana pelayananku sebagai istri dan masakanku tidak berkenan dihatimu, aku ikhlas menerima hukuman. Pukullah badanku dengan rotan ini dan sebutlah kesalahanku agar tidak kuulangi"
"Seringkah engkau dipukul olehnya, wahai Muthi'ah?" tanya Fatimah berdebar-debar.
"Tidak pernah, Fatimah. Bukan rotan yang diambilnya, justru akulah yang ditarik dan didekapnya penuh kemesraan. Itulah kebahagiaan kami sehari-hari".
"Jika demikian, sungguh luar biasa, wahai Muthi'ah. Sungguh luar biasa! Benarlah kata ayahku, engkau perempuan berbudi baik." kata Fatimah terkagum-kagum.
Minggu, 29 April 2012
for you ^_^
jangan kau paksa aku untuk melupakanmu, karena aku ikhlas untuk mencintaimu, aku tidak memintamu untuk membalasnya. jalani saja hidupmu seperti biasanya, jika kau mencintainya, bahagiakan lah dia, jangan sakiti dia.
jika aku mau, dari sejak dulu aku mampu untuk melupakanmu, namun, aku masih ingin menikmati rasa cinta yang di anugerahkan oleh Allah lewat kamu.
jika suatu saat nanti kamu mencicipi sakitnya cinta, berbaliklah aku masih menunggu dibelakangmu, dan masih menyimpan manisnya cinta untukmu.
jika aku mau, dari sejak dulu aku mampu untuk melupakanmu, namun, aku masih ingin menikmati rasa cinta yang di anugerahkan oleh Allah lewat kamu.
jika suatu saat nanti kamu mencicipi sakitnya cinta, berbaliklah aku masih menunggu dibelakangmu, dan masih menyimpan manisnya cinta untukmu.
Minggu, 22 April 2012
Sabtu, 03 Maret 2012
untuk seseorang yang selalu berlari-lari kecil dipikiranku :')
untuk seseorang yang selalu berlari-lari kecil dipikiranku
bulan Agustus adalah awal kita bertemu, dan dimulai saat itu kamu selalu menjadi topik dipikiran ku, hingga suatu saat kamu pergi begitu saja meninggalkan semua janji-janjimu, sedih memang, namun aku tidak marah padamu, perasaanku masih sama seperti dulu, masih sangat menyayangimu dan aku tak tahu sampai kapan perasaanku padamu akan seperti ini?
aku tak yakin jika suatu saat aku akan menemukan seseorang sepertimu? yang mau berjanji untuk tidak meninggalkanku, yang mau berjanji untuk hidup berdua denganku? yang akan menjaga cinta, jiwa dan hatiku? yang akan menggenggam tanganku dengan erat? yang akan mengatakan bahwa jumlah cintanya untukku bagaikan jumlah bahasa di dunia yang tak terhitung jumlahnya? apakah dulu aku hanya bermimpi mendapatkan seseorang yang sempurna seperti itu? namun, jika aku tidak bermimpi mengapa aku tak tahu alasan pasti kamu meninggalkanku? sampai detik ini pun aku tak tahu.
sampai sekarang aku belum bisa membuka hatiku untuk orang lain, karena hatiku masih dikuasai olehmu. kamu tahu? dua hal yang aku kagumi adalah dua hal yang tidak bisa aku nikmati secara bersamaan, mereka adalah pelangi dan rembulan, sebesar apapun cintaku pada keduanya, sekhusyuk apapun doaku untuk keduanya, aku tidak akan bisa menikmati keduanya secara bersamaan, mungkin begitulah nasib cinta kita yang tak mungkin bersatu, jika kamu membaca tulisan ini aku minta maaf karena aku telah lancang untuk menjadikanmu sebagai tokoh utama dalam tulisanku.
semoga kamu tidak lelah karena kamu terus berlari-ari kecil dipikiranku :')
Jumat, 10 Februari 2012
Gadis Penjual Kue
“Selamat sore. Bu, mau beli kue?”
“Selamat sore. Masuklah dulu!”
“Disi saja Bu, kaki saya kotor. Nanti rumah Ibu jadi kotor juga.”
“Kok jadi sungkan-sungkan seperti ini. Ayo masuk.”
Memang setiap sore aku mendengar percakapan demikian. Aku heran kenapa ibu selalu bersikap baik kepda gadis penjual kue itu? Ibu selalu mengajak dia ke dapur, dan setelah di dapur ibu akan bertanya.
“Kamu sudah makan?”
“Sudah Bu.”
“Tapi hari ini Ibu masak sushi. Maukah kau mencicipinya?”
Sikap Ibu pada penjual kue lain sangat berbeda, dengan sikap Ibu kepada Yuki. Jika Yuki berjualan ke rumah maka Ibu selalu membelinya. Dan menawarkannya kepadaku, waktu pertama kali aku di suruh untuk memilih kue, dengan gembira aku memilih kue yang dijajakan oleh Yuki. Aku memilih salah satu kue, namanya kue Dorayaki. Dorayaki termasuk ke dalam golongan kue tradisional Jepang (wagashi) yang bentuknya bundar sedikit tembam, terdiri dari dua lembar kue yang direkatkan dengan selai kacang merah. Tapi, jika setiap hari aku di suruh untuk memilih lama-kelamaan aku bosan juga.
Sampai suatu saat aku sangat bosan dan ibu kembali menyuruhku untuk kembali memilih kue yang dijajakan oleh Yuki. Namun, untuk menyenangkan hati ibu aku mengamil satu juga. Dan seperti biasanya ibu akan mengambil beberapa kue Mochi, Dorayaki, dan Taiyaki. Taiyaki merupakan kue Jepang yang berbentuk seperti ikan, dan terbuat dari adonan tepung terigu yang dipanggang, kemudian diisi selai kacang merah. Semua kue itu Ibu simpan di atas piring.
Aku sangat heran, karena kue-kue yang dibeli ibu tadi sama sekali tidak di sentuhnya. Yang leih mengherankan lagi Ayah yang termasuk orang yang pelit itu tidak berkomentar tentang pemborosan yang telah dilakukan oleh Ibu. Tetapi Ayah malah bertanya.
“Kenapa hari ini tidak membeli kue yuki?” jika Ayah tidak menemukan sepiring kue di meja makan.
“Tadi sore Yuki tidak mampir kesini. Mungkin kuenya sudah habis.”
“Syukurlah kalau begitu.”
Aku sangat tidak mengerti kenapa Ayah berkata demikian. Hingga suatu sore, secara kebetulan aku lewat di depan rumah Yuki. Terdengar suara rebut di dalamnya.
“Kamu ini bagaimana sih? Jualan kue saja tidak bias. Sisa kue sebanyak ini mau kamu kemanakan? Rokudenashi (anak sialan dalam bahasa Indonesia). Aku bias bangkrut, tahu tidak? Malam ini kamu tidak leh makan. Ayo masuk gudang!"
Saat itu aku baru mengerti. Sesampainya di rumah aku menceritakan apa yang aku dengar kepada Ibu. Mata ibu terlihat berkaca-kaca lalu ibu masuk ke dapur, tidak lama kemudian Ibu keluar dengan membawa sebuah bungkusan.
“Nanti kalau sudah gelap Ken antarkan nasi ini kepada Yuki. Ia pasti dikurung Ibu tirinya di gudang belakang.”
Sudah seminggu Yuki tidak berjualan ke rumah. Ibu dan Ayah sangat khawatir pada keadaan Yuki. Besok harinya Ibu memutuskan untuk pergi ke rumah Yuki yang jaraknya tidak dekat dari rumahku. setelah Ibuku sampai di rumah Yuki maka kekhawatiran Ibu terjawab, Yuki sakit keras. Tetapi ibu tiri Yuki enggan untuk membawa Yuki ke Rumah Sakit dengan alasan ekonomi. Akirnya Ibuku lah yang membawa Yuki ke Rumah Sakit. Dalam perjalanan ke Rumah Sakit sesuatu yang sangat buruk terjadi, nyawa Yuki sudah tidak tertolong lagi. Ibuku sangat terpukul sekali.
Setelah beberapa hari kemudian dating seorang anak seusia Yuki ke rumahku, ia membawa kue untuk dijual. Namun, Ibu tidak membeli kue yang dijual oleh adik tiri Yki. Egitu juga hari-hari berikutnya. Aku sangat penasaran.
“Kenapa Ibu tidak memeli kuenya lagi?”
“Tidak, kuenya tidak enak.”
“Tapi dulu Ibu sering membelinya.”
“Ibu membeli untuk menolong Yuki. Kalau kuenya tidak habis terjual maka ia akan dimarahi oleh ibu tirinya.”
“Tapi aku masih tidak mengerti kenapa Ibu sangat melindungi Yuki?”
“Yuki adalah seorang anak yatim piatu, Ayahnya meninggal ketika ia berumur satu tahun. Lalu ketika ia berumur 4 tahun Ibunya sakit keras dan akhirnya meninggal. Sebelum Ibunya meninggal dunia ibunya berpesan untuk menjaga Yuki, tetapi Yuki di adopsi oleh seorang pengusaha yang kaya raya, Yaitu keluarga Matsumoto. Namun, bukannya dianggap sebagai anak Yuki malah diperlakukan seperti budak dengan dijadikan pembantu oleh orang tua angkatnya itu. Hingga suatu saat Ayah angkatnya Yuki meninggal dunia, dan keluarga itu jatuh miskin. Lagi-lagi Yuki yang menjadi korban, seperti yang kamu ketahui Ken, dia harus berjualan kue.”
Mendengar cerita Ibu, akhirnya aku mengerti kenapa Ibu senantiasa melindungi Yuki. Namun, sekarang Yuki sudah meninggal dunia, semoga dia bahagia bersama Ayah dan Ibunya di alam sana.
Muthi Nur fathin
XII IPA 3
“Selamat sore. Bu, mau beli kue?”
“Selamat sore. Masuklah dulu!”
“Disi saja Bu, kaki saya kotor. Nanti rumah Ibu jadi kotor juga.”
“Kok jadi sungkan-sungkan seperti ini. Ayo masuk.”
Memang setiap sore aku mendengar percakapan demikian. Aku heran kenapa ibu selalu bersikap baik kepda gadis penjual kue itu? Ibu selalu mengajak dia ke dapur, dan setelah di dapur ibu akan bertanya.
“Kamu sudah makan?”
“Sudah Bu.”
“Tapi hari ini Ibu masak sushi. Maukah kau mencicipinya?”
Sikap Ibu pada penjual kue lain sangat berbeda, dengan sikap Ibu kepada Yuki. Jika Yuki berjualan ke rumah maka Ibu selalu membelinya. Dan menawarkannya kepadaku, waktu pertama kali aku di suruh untuk memilih kue, dengan gembira aku memilih kue yang dijajakan oleh Yuki. Aku memilih salah satu kue, namanya kue Dorayaki. Dorayaki termasuk ke dalam golongan kue tradisional Jepang (wagashi) yang bentuknya bundar sedikit tembam, terdiri dari dua lembar kue yang direkatkan dengan selai kacang merah. Tapi, jika setiap hari aku di suruh untuk memilih lama-kelamaan aku bosan juga.
Sampai suatu saat aku sangat bosan dan ibu kembali menyuruhku untuk kembali memilih kue yang dijajakan oleh Yuki. Namun, untuk menyenangkan hati ibu aku mengamil satu juga. Dan seperti biasanya ibu akan mengambil beberapa kue Mochi, Dorayaki, dan Taiyaki. Taiyaki merupakan kue Jepang yang berbentuk seperti ikan, dan terbuat dari adonan tepung terigu yang dipanggang, kemudian diisi selai kacang merah. Semua kue itu Ibu simpan di atas piring.
Aku sangat heran, karena kue-kue yang dibeli ibu tadi sama sekali tidak di sentuhnya. Yang leih mengherankan lagi Ayah yang termasuk orang yang pelit itu tidak berkomentar tentang pemborosan yang telah dilakukan oleh Ibu. Tetapi Ayah malah bertanya.
“Kenapa hari ini tidak membeli kue yuki?” jika Ayah tidak menemukan sepiring kue di meja makan.
“Tadi sore Yuki tidak mampir kesini. Mungkin kuenya sudah habis.”
“Syukurlah kalau begitu.”
Aku sangat tidak mengerti kenapa Ayah berkata demikian. Hingga suatu sore, secara kebetulan aku lewat di depan rumah Yuki. Terdengar suara rebut di dalamnya.
“Kamu ini bagaimana sih? Jualan kue saja tidak bias. Sisa kue sebanyak ini mau kamu kemanakan? Rokudenashi (anak sialan dalam bahasa Indonesia). Aku bias bangkrut, tahu tidak? Malam ini kamu tidak leh makan. Ayo masuk gudang!"
Saat itu aku baru mengerti. Sesampainya di rumah aku menceritakan apa yang aku dengar kepada Ibu. Mata ibu terlihat berkaca-kaca lalu ibu masuk ke dapur, tidak lama kemudian Ibu keluar dengan membawa sebuah bungkusan.
“Nanti kalau sudah gelap Ken antarkan nasi ini kepada Yuki. Ia pasti dikurung Ibu tirinya di gudang belakang.”
Sudah seminggu Yuki tidak berjualan ke rumah. Ibu dan Ayah sangat khawatir pada keadaan Yuki. Besok harinya Ibu memutuskan untuk pergi ke rumah Yuki yang jaraknya tidak dekat dari rumahku. setelah Ibuku sampai di rumah Yuki maka kekhawatiran Ibu terjawab, Yuki sakit keras. Tetapi ibu tiri Yuki enggan untuk membawa Yuki ke Rumah Sakit dengan alasan ekonomi. Akirnya Ibuku lah yang membawa Yuki ke Rumah Sakit. Dalam perjalanan ke Rumah Sakit sesuatu yang sangat buruk terjadi, nyawa Yuki sudah tidak tertolong lagi. Ibuku sangat terpukul sekali.
Setelah beberapa hari kemudian dating seorang anak seusia Yuki ke rumahku, ia membawa kue untuk dijual. Namun, Ibu tidak membeli kue yang dijual oleh adik tiri Yki. Egitu juga hari-hari berikutnya. Aku sangat penasaran.
“Kenapa Ibu tidak memeli kuenya lagi?”
“Tidak, kuenya tidak enak.”
“Tapi dulu Ibu sering membelinya.”
“Ibu membeli untuk menolong Yuki. Kalau kuenya tidak habis terjual maka ia akan dimarahi oleh ibu tirinya.”
“Tapi aku masih tidak mengerti kenapa Ibu sangat melindungi Yuki?”
“Yuki adalah seorang anak yatim piatu, Ayahnya meninggal ketika ia berumur satu tahun. Lalu ketika ia berumur 4 tahun Ibunya sakit keras dan akhirnya meninggal. Sebelum Ibunya meninggal dunia ibunya berpesan untuk menjaga Yuki, tetapi Yuki di adopsi oleh seorang pengusaha yang kaya raya, Yaitu keluarga Matsumoto. Namun, bukannya dianggap sebagai anak Yuki malah diperlakukan seperti budak dengan dijadikan pembantu oleh orang tua angkatnya itu. Hingga suatu saat Ayah angkatnya Yuki meninggal dunia, dan keluarga itu jatuh miskin. Lagi-lagi Yuki yang menjadi korban, seperti yang kamu ketahui Ken, dia harus berjualan kue.”
Mendengar cerita Ibu, akhirnya aku mengerti kenapa Ibu senantiasa melindungi Yuki. Namun, sekarang Yuki sudah meninggal dunia, semoga dia bahagia bersama Ayah dan Ibunya di alam sana.
Muthi Nur fathin
XII IPA 3
Sabtu, 21 Januari 2012
Kunci Meraih Keberhasilan ;)
- kunci kemulyaan adalah taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya
- kunci rizki adalah usaha dibarengi dengan istigfar dan taqwa
- kuci surga adalah tauhid (syahadat tauhid dan syahadat rasul)
- kunci iman adalah membaca ayat-ayat Allah dan tanda-tanda kebesaran yang ada pada semua makhluk-Nya
- kunci kebaikan adalah jujur
- kuci hidupnya kalbu adalahmerenungi Al-Quran. mendekatkan diri kepada Allah di penghujung malam hari, dan meninggalkan dosa-dosa.
- kunci ilmu adalah tidak malu untuk bertanya dan mendengar dengan baik
- kunci kemenangan dan keberuntungan adalah sabar
- kunci kebahagiaan adalah taqwa
- kunci menambah nikmat adalah bersyukur
- kunci menginginkan pahala akhirat adalah zuhud kepada duniawi
- kunci keberhasilan adalah do'a.
berhusnudzonlah :)
dari setiap keadaan, kejadian dan situasi apapun akan ada hikmah yang bisa di ambil, bahkan dari sesuatu yang kita anggap paling buruk sekalipun, jika kita berbaik sangka kepada Allah SWT dan juga kepada ciptaannya, maka dari sanalah kita akan menjadi insan yang lebih baik dari sebelumnya :)
Langganan:
Postingan (Atom)












